Casillas dan Valdes memiliki karakter bertolak-belakang.
Tak
banyak penjaga gawang terbaik di dunia dari negara yang sama bersaing di liga yang
sama selama hampir satu dekade. Boleh jadi rivalitas itu hanya milik Iker
Casillas dan Victor Valdes.
Keduanya
tak hanya bersaing menjadi penjaga gawang terbaik di daratan Spanyol. Rivalitas
Casillas dan Valdes juga menjadi warna tersendiri persaingan Real Madrid dan
Barcelona beberapa musim terakhir.
Kedua
penjaga gawang yang menghuni dua klub terkaya di dunia ini memiliki karakter
yang bertolak belakang. Casillas dikenal memiliki pribadi yang sangat tertutup
dan tenang. Karakter itulah yang membuat kapten Madrid ini mendapat julukan
Saint Iker. Sebaliknya, Valdes dikenal dengan reputasinya yang meledak-ledak,
moody, dan temperamental.
Casillas
mengalahkan Valdes di bawah mistar gawang timnas Spanyol. Sejak memenangi Liga
Champions 2000 di Paris, Casillas telah menjadi tembok terakhir Madrid dan
Spanyol. Saint Iker juga masuk daftar kiper terbaik di dunia sepuluh tahun
terakhir. Penjaga gawang yang memperkuat Los Blancos sejak 1999 silam itu
menjadi pilihan utama ketika Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia
2010. Sebaliknya, Valdes hanya menjadi kiper nomor tiga setelah Casillas dan
Pepe Reina.
Valdes
memuji performa Casillas di bawah mistar gawang. "Anda akan punya intuisi
bila dia sangat bagus. Selama Piala Dunia, ia menunjukkan kapabilitasnya. Iker
impresif, punya kekuatan dan kepercayaan diri," kata Valdes.
Kemampuan
Valdes juga tak kalah. Ia tampil gemilang bersama Barcelona. Kiper berusia 29
tahun itu mengantar Barcelona meraih 13 gelar, termasuk dua titel Liga
Champions. Valdes meraih tiga kali gelar kiper terbaik La Liga, sedangkan
Casillas hanya satu kali pada 2008 silam.





