Senin, 28 April 2014

Mitos : Seputar Gunung Bromo


Mitos Seputar Gunung Bromo
Konon saat dewa-dewa masih suka turun ke bumi, kerajaan Majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah. Penduduk bingung mencari tempat pengungsian, demikian juga dengan dewa-dewa. Pada saat itulah dewa mulai pergi menuju ke sebuah tempat, disekitar Gunung Bromo.
Gunung Bromo masih tenang, tegak diselimuti kabut putih. Dewa-dewa yang mendatangi tempat di sekitar Gunung Bromo, bersemayam di lereng Gunung Pananjakan. Di tempat itulah dapat terlihat matahari terbit dari Timur dan terbenam di sebelah Barat.
Di sekitar Gunung Pananjakan, tempat dewa-dewa bersemayam, terdapat pula tempat pertapa. Pertapa tersebut kerjanya tiap hari hanyalah memuja dan mengheningkan cipta. Suatu ketika hari yang berbahagia, istri itu melahirkan seorang anak laki-laki. Wajahnya tampan, cahayanya terang, dan merupakan anak yang lahir dari titisan jiwa yang suci. Sejak dilahirkan, anak tersebut menampakkan kesehatan dan kekuatan yang luar biasa. Saat ia lahir, anak pertapa tersebut sudah dapat berteriak. Genggaman tangannya sangat erat, tendangan kakinya pun kuat dan tidak seperti anak-anak lain. Bayi tersebut dinamai Joko Seger, yang artinya Joko yang sehat dan kuat.

Mitos : Dayak Kenyah


Mitos Dayak Kenyah

Asal Usul Dayak Kenyah
Konon ada seorang bernama HAKA. Seorang saudagar kaya dari negeri Cina. Pekerjaannya adalah transaksi jual beli hasil bumi berkelana keseluruh penjuru dunia.
Singkat cerita, tibalah HAKA di pulau BORNEO/KALIMANTAN. ditemukannya sebuah gua untuk dijadikan tempat untuk beristirahat. Namun didalam gua tersebut, HAKA bertemu seekor naga yang sangat besar sekali. Diatas kepala sang Naga tampak berkilauan, dan ternyata kilauan cahaya tersebut berupakan pantulan dari sebuah Batu permata yang berada diatas kepala sang naga.
Haka kemudian berpikir, seandainya batu permata yang berada diatas kepala sang Naga itu dapat ia peroleh, tentunya ia akan jadi sangat kaya karena sudah barang tentu Batu Permata itu akan sangat mahal harganya. Dengan segala upaya HAKA berusaha untuk mengambil Batu Permata yang berada diatas kepala sang Naga, namun ia tidak berhasil. Karena kekuatan naga sangat luar biasa dengan semburan api yang sangat panas dari mulut sang Naga. HAKA pun menyerah, ia memutusjan untuk kembali pulang ke negerinya.

Sabtu, 26 April 2014

Legenda : Majalengka


Majalengka
 Cerita Jawa Barat
 Ratu Ayu Panyidagan Panyidagan Kingdom. Ratu Ayu Panyidagan adalah ratu Kerajaan Panyidagan.. Ratu cantik dan bijaksana. Dia memimpin negeri ini damai. Banyak pria dari kerajaan lain jatuh cinta padanya.. Namun, ratu tidak tertarik pada mereka.. Sebenarnya ratu gelisah.. Dia ingin menikah dan punya anak segera. Dia ingin anaknya menjadi pemimpin berikutnya.. Dia masih menunggu orang yang tepat.

Ratu bermimpi.. Seorang pria tampan datang ke kerajaan. Namun bencana datang bersama dengan kedatangan.. Ratu meminta penasehat dia untuk menafsirkan mimpinya.. Para penasehat meminta prajurit untuk menjaga perbatasan kerajaan.

Untungnya, ada sebuah sungai besar di perbatasanOrang harus menyeberangi sungai jika mereka ingin masuk perbatasan kerajaan. Prajurit itu berdiri dengan untuk memantau siapa pun menyeberangi sungai.

Legenda : Pesut Mahakam


Legenda Pesut Mahakam
Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
Dahulu kala, ada sebuah desa di Kalimantan Timur the . Desa itu di dekat Sungai Mahakam.. Penduduk desa selalu bekerja keras.. Meskipun mereka miskin, mereka sangat bahagia.. Mereka juga membantu satu sama lain.

Di desa, ada sebuah keluarga kaya. Kepala keluarga itu Pak Pesut. Pak Pesut. Semua orang tahu Pak Pesut. Ia dikenal bukan karena kekayaannya, tetapi karena kebakhilan. Dia tidak ingin membantu orang lain.. Keluarganya selalu diabaikan orang. Itu sebabnya keluarga Pak Pesut selalu tinggal sendirian dan tidak pernah bercampur dengan orang lain.

 Itu adalah musim kering yang sangat panjang.. Penduduk desa tidak bisa panen beras.

Legenda : Bunga Kemuning


Legenda Bunga Kemuning


Pada suatu masa, hiduplah sepuluh orang putri raja yang sangat cantik-cantik. Ibu mereka sudah lama meninggal dan ayah mereka, sang raja, begitu sibuk dengan urusan kerajaannya sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama. Akibatnya putri-putri ini menjadi nakal dan manja, kecuali sang putri bungsu, putri Kuning. Ya, mereka memang diberi nama dengan nama warna. Ada putri Jambon, putri Hijau, putri merah merona, putri nila dan lain-lain. Barangkali dulu sang ibu berharap anak-anaknya akan memberi banyak warna di kehidupan ini. Sayang, sang ibu keburu meninggal sehingga tidak sempat mendidik mereka sengan baik.

Kesepuluh putri ini selalu memakai pakaian dan perhiasan yang sewarna dengan nama mereka. Putri Merah selalu memakai warna merah, demikian juga putri-putri lainnya.

Sementara kakak-kakaknyabermalas-malasan dan membuat keonaran, putri Kuning menghabiskan waktu dengan membantu inang-inangnya, atau membaca buku, dan atua merawat kebun bunga kesayangannya. Kakak-kakaknya sering mengejeknya.

Template by - Miqronik - 2008